Senin, 06 Desember 2010

menikmati

yang paling membahagiakan hati adalah MENIKMATI...
menikmati kesehatan, kemakmuran, kemiskinan, kesakitan, dan apapun.
seorang nabi menikmati penderitaan sakit fisiknya dengan mengatakan "Tuhan, jika kesembuhan menghalangiku untuk dekat dengan MU maka biarkanlah sakit ini menderaku".
seorang kekasih mengatakan rela bunuh diri demi pujaan hati, maka ia menikmati hal itu.

semakin lama kita menikmati sesuatu maka itulah kebahagiaan tertinggi. namun yang tertinggi dari yang tertinggi adalah ketika mengetahui bahwa kenikmatan yang paling panjang nanti akan didapat dari kenikmatan hari ini.

kenikmatan sembahyang dan beramal jariyah berujung pada kenikmatan surga yang panjang.
kenikmatan berolahraga dan menikmati pagi berujung pada kebugaran sampai hari tua nanti.
kenikmatan bekerja sesuai minat berujung pada kesejahteraan finansial yang juga nikmat.

ikhlas adalah inti kenikmatan. ikhlas mengalahkan rendah diri dan iri dengki. ikhlas memfokuskan hati pada sesuatu. semakin kita ikhlas dalam melakukan sesuatu maka kenikmatan semakin terasa panjang dan lama.

Sabtu, 04 Desember 2010

sebagian besar HATI

jika kita bertanya pada ingatan hati kita, apa yang paling banyak dirasakan ?
hal itulah yang akan menjelaskan apakah kita bahagia, senang, gembira, bersemangat, merasa berguna. atau hal itu yang menjelaskan apakah kita masih sedih, putus asa, salah tujuan, marah, stres...

jika dominansi hati kita pada cinta untuk si dia, maka aktivitas keseharian kita akan berkaitan dengan 'si dia'. melamun dalam bekerja, lebih banyak sms dan fesbuk-an dengan si dia, beli oleh-oleh dan hadian untuk si dia, dan melupakan jadwal olahraga demi menemui dia.

jika sebagian besar hati kita pada pelestarian alam, maka pepohonan menjadi teman kita, kemarahan hadir ketika chainsaw merusak habitat satwa lindung kita, dan rapat demi rapat yang melelahkan kita lalui dengan gembira meski kurang mandi.

jika sebagian besar hati kita untuk sembahyang maka yang kita tunggu adalah waktu sholat. tivi dan radio harus mati ketika adzan datang memanggil. kita marah pada kemalasan sholat dan dzikir. waktu kerja kita diatur berdasar waktu sholat.

apa yang diinginkan Tuhan tentang HATI KITA ?
"Sesungunya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku, hanya untuk Tuhan semesta alam". Tuhan menginginkan keseimbangan antara ritual sembahyang, ibadah non ritual sembahyang, aktivitas kehidupan, dan mati nya manusia untuk berbalut keikhlasan pada NYA. bukan pada balutan harga diri, nama baik dimasyarakat, kemakmuran dunia dan kesenangan diri. Tuhan ingin hati kita menggerakkan raga untuk melaksanakan "Keseimbangan dalam pelukan NYA".

Rabu, 01 Desember 2010

sedikit dan berarti (2)

enaknya hidup sedikit, dan bermakna.
ketika kebutuhan, keinginan, dan hal-hal berbau aksesoris kehidupan tidak membuat pikiran dan tubuh bekerja selalu lebih banyak dan lebih banyak lagi.
bukan bermaksud untuk menjadi malas, namun keinginan tidak akan ada habisnya jika dituruti. tak ada batasnya hingga kita menyesal telah mengejarnya seolah tanpa henti. MANAJEMEN HATI lah yang mampu memperbaikinya.

enaknya hidup sedikit, dan bermakna.
ketika hanya TUHAN yang menjadi tujuan.
ketika perbaikan 'MENUJU TUHAN' secara perlahan menjadi plihan aktivitas.
ketika konsistensi akan kebaikan 'MENUJU TUHAN' menjadi pilihan, apalagi kebaikan itu dilakukan sesuai minat.

enaknya hidup sedikit, dan bermakna.
dengan melatih hati untuk sederhana dan bermakna. sederhana dalam keinginan. bermakna dalam aktivitas.