Kamis, 28 Oktober 2010

perbanyak fokus ke tujuan

sering kita lepas dari tujuan, terutama bila tujuan itu benar-benar masih dalam angan. seperti pekerjaan yang kulakukan saat ini. jelas ini bukan pekerjaan yang kuinginkan, meskipun begitu profesionalisme dan prestasi tetap kuutamakan. tak ada yang menganggap pekerjaanku jelek atau standar, semua mengatakan lebih, kecuali orang-orang yang iri.

diluar pekerjaan, kubangun bayangan tentang pekerjaan idealku, yaitu melakukan bisnis yang berhubungan dengan gaya hidup. aku ingin punya toko tanaman hias atau toko binatang hias atau toko alat pancing atau apapun yang menyangkut gaya hidup yang baik.

meskipun belum bisa kupenuhi secara fisik, namun bayangan tentang hal itu terus dan terus kuperkuat, dengan afirmasi / membayangkan. terus dan terus.

dalam perjalanannya, tantangan dan kegembiraan akan pekerjaan sekarang sering merasuk ke pikiran hingga malam tiba. kenangan atau pikiran itu mengganggu perasaan, terutama jika menyangkut permasalahan yang muncul dalam pekerjaan.

hal-hal yang sebenarnya penting sering dikalahkan oleh hal-hal kecil yang 'agak penting bagi emosi'. hal ini jelas-jelas tidak bagus.

aku harus perbanyak fokus ke tujuan. fokus ke tujuan. fokus ke tujuan. membangun bayangan yang lebih kuat, lebih kuat, lebih kuat.
aku harus perbanyak fokus ke tujuan. agar kelemahan tertutupi, meskipun tidak bisa hilang. 'menghilangkan kelemahan' lebih baik dilakukan dengan cara memperbanyak kekuatan daripada mencoba mengikis kelemahan itu sendiri. cara terbaik mengatasi ngantuk dipagi hari bukan dengan cara minum kopi saat pagi tetapi dengan tidur sebelum tengah malam. mengurangi amarah bukan dengan latihan menahan marah tapi memperbanyak tertawa atau aktivitas lain yang tidak membuat marah.

perbanyak fokus ke tujuan ! semoga bisa dan bisa kulakukan. sebagai motivator gaya hidup. bicara tentang keindahan, manajemen waktu yang nyaman, kebugaran tubuh, vegetarian dan teknik berbicara, menata hati, hingga memadupadankan pakaian. perbanyak fokus ke tujuan ! tentang binatang dan tanaman hias. tentang hobi dan istirahat. tentang kualitas individu.

Rabu, 27 Oktober 2010

membangun semangat kembali

saya termasuk orang yang disiplin dan konsisten, juga idealis.
apa yang menjadi keinginan dan pendapat saya sangat mungkin untuk berbeda dengan orang lain, dan 'mereka' biasanya tahu. jika tujuan kita sama maka perbedaan cara mungkin bisa ditoleransi. namun jika tujuan kita berbeda... baiknya pisah saja.

tujuan saya adalah memotivasi gaya hidup.
hati saya selalu berterima kasih pada tuhan dan ikhlas pada apapun yang terjadi dalam hidup. selalu memanajemen waktu dengan tenang dan terencana. selalu berpenampilan indah tentang alam dan menikmati hidup. selalu menjaga kebugaran dan body yang berotot. selalu berusaha ramah pada setiap orang.
aktivitas wajib saya setiap hari adalah untuk sembahyang di masjid, olahraga dialam terbuka, menanam satu pohon, dan memberikan satu artikel motivasi.

saya tahu, pasti ada saat dimana semua tak berjalan lancar. karena itu saya tidak berpikir secara 'harian', tetapi saya berpikir secara 'mingguan'. jika secara umum lancar, maka lancarlah identitas saya.

dan jika pada pagi hari acara saya tidak lancar, maka saya akan diam sejenak, mengatur kembali jadwal saya yang memang saya buat 'nyaman' (tidak tergesa, tidak padat), kemudian saya melangkah lagi dengan harapan kegiatan harian wajib saya tetap terpenuhi... karena itulah identitas saya... itulah saya.

Sabtu, 23 Oktober 2010

Kan kutambah kecintaanku pada MU

Tuhan, aku tahu aku sedang mengalami kegembiraan
Ketika dukungan datang dari balik tantangan yang besar menerpa

Aku tahu tak ada yang kekal, sedih dan gembira silih berganti
Tangis dan tawa adalah bumbu dunia

Maafkan aku tuhan… maafkan aku…
Meskipun kegembiraan itu kusyukuri, namun telah mengganggu kecintaanku pada MU
Menganggu sholatku, menganggu doa-doa cintaku, menyita pikiranku
ENGKAU lebih besar dari apapun, dari apapun
Bahkan lebih besar dari kegembiraan dunia yang paling besar

Tuhan, kan kutambah, dan kutambah, kecintaanku pada MU… aku berjanji

Jumat, 22 Oktober 2010

menarik nafas... tuhan... dan senyum

ada kalanya kita di hinggapi kejenuhan
sering berbagai masalah menghantui bangun pagi atau sebelum lelapnya tidur
tak jarang kesibukan melupakan hal-hal penting lainnya

kita butuh sering berhenti
kemudian menarik nafas panjang
sambil mengingat kebesaran NYA, keagungan NYa, cinta NYA
hingga kita bisa tersenyum dan mengucap terima kasih tuhan
lalu kembali beraktivitas dalam ridho NYA

tuhan, tak ada yang lebih penting dari cinta MU
bahkan guru-guru ku menyebut: KAU dan aku saja lebih dari cukup didunia ini !

Kamis, 21 Oktober 2010

lebih banyak... lebih banyak...

ketika bangun shubuh pikiranku dikejutkan oleh sisa sisa aktivitas kemarin. betapa mengganggu saat sholat. sesaat khusyu sesaat muncul pikiran kemarin.

alhamdulillah aku menyadarinya, meski sempat menimbulkan emosi negatif.

ketika berolahraga usai sholat shubuh pikiran itu muncul. mengganggu gerakan senam dan jalan cepat. memperkeras bahu dan leher, serta agak mengganggu pernafasan.

alhamdulillah aku menyadarinya, meski sempat menimbulkan emosi negatif.

kutahu solusinya bukan dengan berusaha mengurangi hal negatif itu, tetapi dengan meningkatkan hal-hal positif yang secara langsung atau tidak langsung mempu mendesak emosi negatif untuk mengecil dan menghilang.
akan kutingkatkan rasa syukur, rasa syukur, rasa syukur... yang sebenar-benarnya.
akan diperbanyak terima kasih dan terima kasih, bahkan atas hal negatif yang datang.
syukur dan terima kasih... lebih banyak... lebih banyak.

alhamdulillah... terima kasih tuhan... terima kasih... atas segalanya...

Rabu, 20 Oktober 2010

Menghindari kerusakan lebih baik daripada memberikan kebenaran

Kemarin aku dihadapkan pada pilihan yang sulit.

Sebagai ketua kelompok aku harus memimpin pertanggungjawaban atas pemeriksaan yang dilakukan oleh atasan kami. Anggota kelompokku juga menginginkan aku hadir, karena jika aku tidak hadir mereka mengancam akan tidak hadir juga mengingat ketakukan mereka atas hasil pemeriksaan itu.

Sebagai pribadi, aku tidak pernah takut dicaci maki atau dijelekkan atas hasil pemeriksaan itu. Aku tidak pernah khawatir tentang kekurangan-kekurangan yang terjadi. Aku juga tidak pernah khawatir jika dipecat atau dipindahkan (dipecat secara halus) atas nilai negatif yang mungkin ada.

Namun yang menjadi kekhawatiranku adalah aku tidak bisa menahan emosiku jika menyangkut hal yang kuanggap prinsip. Aku juga khawatir jika aku terpancing untuk membalas dendam atas ketersinggunganku atau kelompokku. Aku khawatir jika balas dendam itu terjadi akan menimbulkan stres bagi beberapa pihak.

Akhirnya aku memilih untuk tidak datang. Aku tidak khawatir dengan pandangan orang. Aku memohon anggotaku untuk hadir, dan aku menjelaskan alasannya.

Aku harus memilih yang terbaik bagiku; mengamankan target mengurangi emosiku … daripada mengedepankan egoisme pribadi dan kelompok atas nama keadilan atau apapun namanya.

Senin, 18 Oktober 2010

lebih konsisten... lebih konsisten...

esok adalah hari yang awalnya kurang kusukai. dihari itu akan ada kegiatan yang biasanya membangkitkan emosiku yang berawal dari perbedaan pandangan dasar tentang pekerjaan kami.

ketika kukatakan pada teman baikku tentang undangan esok hari, ia menasehatiku untuk datang dan tetap tenang. jangan emosi, jangan tidak datang, karena bisa menimbulkan opini yang lebih buruk lagi dari 'mereka'.

aku diam, aku menarik nafas dalam, aku merenung...
penasehat psikologismu mengatakan bahwa masalah apapun ada didalam diri, bukan di luar.
penasehat spiritualku mensitir ayat kitab suci: ...orang-orang yang mengatakan kebenaran, dan orang-orang yang bersabar (setelah menyatakan itu).
visi hidupku menyatakan akan menjadi pribadi yang lebih ikhlas, tenang dan bersyukur.

ya... lalu kuperkuat dzikirku. ku perbanyak 'ingat tuhan' ku. kupenuhi diriku dengan kalimat yang tepat: tak ada yang lebih penting dari kecintaan pada tuhan.

ya... ini hanya pekerjaan. ini hanya urusan dunia.

aku harus lebih konsisten... lebih konsisten... untuk menghadirkan tuhan diaktivitasku. karena tak ada yang berat ketika tuhan hadir. dan hanya kepadanya kita menyembah dan meminta tolong.

terima kasih... terima kasih...

Sabtu, 16 Oktober 2010

tuhan, sang penguasa hati

luar biasa luar biasa luar biasa... alhamdulillah !

ENGKAU tuhan, sang penguasa hati.
betapa ingin kubuang emosi itu, dia tetap ada.
betapa ku tahu keburukan emosi itu, dia tetap melekat.
betapa ku mengerti hal itu sebenarnya tidak penting, dia tak bisa hilang.

jika akhirnya kuakhiri kebersamaan ini, tak ada yang kecewa.
namun emosinya, prosesnya, seperti tak bisa kuhilangkan.
apakah aku terlalu serius dengan semua ini ?

tuhan, ENGKAU penguasa hati...benar-benar penguasa hati.
aku tahu aku mengerti dan aku punya solusi... tapi KAU yang mengizinkan aku melewatinya.
hebat... maha kuasa ENGKAU yang tuhan, sang penguasa hati.
aku merasa benar telah meminta pertolongan pada MU.
aku tahu dengan KAU semua tak ada yang istimewa.

dan aku sadar tugasku hanya minta KAU tolong.
karena ENGKAU lah yang memutuskan.
aku hanya harus menyembah, minta tolong, dan alhamdulillah atas apapun yang KAU putuskan.

Jumat, 15 Oktober 2010

lebih prioritas... lebih prioritas

dalam hidup kita perlu memilih
memilih untuk tujuan tertentu
dan yang sama pentingnya adalah mengetahui resiko dari pilihan itu.

ketika aku memilih tuhan untuk dinomor satukan
maka televisi kusedikitkan
hiburan kusedikitkan
prioritas hati kuperbanyak untuk menuju tuhan
prioritas kebendaan kuperbanyak hanya yang untuk tuhan
prioritas kegiatan juga kuperbanyak untuk menuju tuhan

ketika aku berkata akan pelan-pelan menuju tuhan
kupastikan semua berjalan pelan-pelan
karena kutahu jika langsung melakukan perubahan maka cepat pula dapat hancur
kebiasaan lebih baik daripada langsung berubah
kebiasaan sholat lebih baik daripada langsung sholat seribu rakaat
kebiasaan menghadirkan tuhan dalam hati lebih baik daripada langsung menghadirkan seribu dzikir

prioritas harus dibangun... pelan dan pasti
prioritas yang baik adalah kebiasaan
sumbangan besar tak bisa mengalahkan sumbangan kecil yang terus menerus
naik haji seribu kali tak bisa mengalahkan hati yang tulus untuk naik haji
karena tuhan tak melihat binatang kurbanmu, tapi hatimu
karena tuhan lebih menyukai kebiasaan baikmu, bukan sedekahmu ketika mampu

prioritaslah pada kebiasaan
pada kebiasaan baik
kebiasaan baik yang menuju tuhan

Rabu, 13 Oktober 2010

alhamdulillah telat bangun

aku teringat cerita tentang seseorang yang selalu dan selalu bersyukur dalam arti yang sebenarnya.
saat orang-orang mengasihani kemiskinannya dia mengatakan alhamdulillah.
saat orang-orang memujinya karena telah menjadi makmur dia mengatakan alhamdulillah.
saat anaknya patah kaki akibat menggembala ternak dia mengatakan alhamdulillah.
saat anaknya yang patah kaki tidak diambil paksa untuk wajib militer dia mengatakan alhamdulillah.

bersyukur tiap saat tiap hari sangat sangat baik.
cobaan dan kebaikan menjadi terasa ringan bila selalu diiringi syukur.
tak cuma ketika mendapat gaji kita bersyukur.
tak cuma ketika naik pangkat kita bersyukur.
saat panen tak menguntungkan pun kita perlu bersyukur.
saat mendapat musibah kecelakaan atau kehilangan pun kita semestinya bersyukur.

karena semua yang duniawi adalah milik tuhan.
dan Tuhan pun mengatakan: hanya jika engkau bersyukur (atas apapun), maka akan KU tambah nikmat pada mu.

tetaplah berencana, tetaplah bergerak, tak perlu terburu-buru, tak perlu nafsu yang menghalangi kebaikan, tak perlu marah-marah atas urusan pribadi, tak perlu khawatir dengan hasil akhir.

tetaplah bergerak, berikhtiar. dan bersyukur. meski pun kau telah bangun sholat shubuh. karena Tuhan tahu... karena Tuhan tahu... apa yang ada dihatimu.

Senin, 11 Oktober 2010

sedikit dan berarti

kemarin saya melihat seorang biksu jogging bersama umatnya. dan saya teringat sesuatu...

ia adalah sosok sederhana, dengan pakaian sederhana, hampir tanpa alas kaki, dan mungkin tak memiliki harta benda yang cukup.
namun hal itu sebenarnya sepadan dengan gaya hidupnya. ia tak memiliki keturunan tuk dijamin kehidupannya. ia sudah memiliki tempat tinggal dibiaranya dan hampir tak mungkin terganggu oleh penggusuran. ia pun diberi makan seadanya di biaranya dan sesuai pula dengan gaya hidupnya yang vegetarian dan tidak banyak makan.

mungkin, tak ada yang dikuatirkannya kecuali berdoa dan berbuat bagi umat. ia fokus, ia sedikit, ia berarti.

itulah kebahagiaan sejati...
ketika kebutuhan tak lebih besar daripada pendapatan.
ketika keinginan tak lebih besar dari fokus tujuan hidup.
ketika kepentingan pribadi tak lebih besar daripada 'hidup yang berarti'.

sering kita merasa miskin padahal kebaikan kita jauh lebih baik dari orang kaya.
sering kita merasa iri padahal kebaikan tuhan yang disyukuri jelas-jelas lebih baik dari segunung pujian manusa.

kita tidak perlu banyak.
jika punya banyak kita tak perlu berpikir banyak.
kita perlu sedikit... dan berarti.

Minggu, 10 Oktober 2010

momen

pagi ini, usai berolahraga pagi, aku keliling seperempat kota. melihat kanan dan kiri jalanan. didepan beberapa gang terlihat janur kuning. dibeberapa masjid ada tarub, juga di beberapa samping dan depan rumah, apalagi di gedung pertemuan.

banyak sekali yang mau ber acara hari ini... ya, hari ini tanggal 10 bulan 10 tahun 10. sebuah waktu yang sangat tepat untuk melakukan sesuatu yang tak terlupakan.

inilah momen, sebuah waktu yang menandakan sesuatu yang khusus. ada momen kemerdekaan, momen tahun baru, momen nikah saat gerhana bulan, dan banyak lagi momen, termasuk momen 10 10 10.

manusia yang menikmati momen sungguh bahagia. aku senang menyaksikan momen pameran di kotaku. aku ingin setiap momen lebaran pulang kampung. ingin ke bali setiap tahun baru. dan banyak lagi.

momen tidak harus mahal, benar-benar tidak harus mahal. aku membuat pertemuan dengan organisasiku di lokalisasi atau pinggir danau, hanya supaya ada momen, ada sesuatu yang diingat. entah itu waktu yang spesial atau tempat yang spesial atau melakukan sesuatu di acara yang spesial.

momen menggembirakan hati, memperkaya memori.

aku baru saja menghadiri selamatan pindah rumah, dan pemiliknya agak kaget ketika kubilang bahwa hari selamatan ini spesial karena 10 10 10. dua jam lagi aku bersama-sama juga akan melaksanakan penghijauan di sebuah waduk buatan. karena ini momen.

menulis di sore hari di pinggir sungai adalah momen. bersepeda tengah malam adalah momen. minum teh hangat ala jepang bersama tamu juga adalah momen.
milikilah momen... sebanyak kita bisa.

Rabu, 06 Oktober 2010

harus KEMBALI

malam semakin larut saat diskusi itu terjadi.
kami berbincang tentang membantu sesama.
membicarakan tantangan dan solusi-solusi.
menguatkan motivasi untuk kembali pada nurani.
membahas hal-hal ideal bagi idealisme yang luhur.
hingga larut malam dan sholat isya terbuang. kami adalah pejuang melawan kemiskinan.
dan kami pulang dengan tekad yang lebih kuat, untuk tak henti berjuang.

esok pagi, ketika hari telah terang, saya terbangun.
teringat kembali percakapan yang positif itu.
membangun sinergi antar pribadi yang unik, untuk maju bersama.
saya teringat, otak saya bekerja.

terpikir dan terpikir... hingga waktu menyadarkan saya.
maafkan daku Tuhan...
kubiarkan isya ku lenyap tuk menghadapmu.
engkau jauh dan tak ada bandingnya daripada sekadar membantu orang miskin.
engkau yang menjadikan kaya miskin idealis dan oportunis.
engkau lebih dari semua kehidupan. dan harusnya aku mendahulukanmu, sebelum berangkat dikusi, sebelum hal-hal (yang sebenarnya tidak lebih penting itu) itu kulakukan. manajemen prioritasku belum benar.

maafkan daku Tuhan...
karena membuah shubuhmu tak bisa kunikmati.
aku terlewat menyembahmu, yang seharusnya kusadari sebagai dampak kurang tidurku.
aku benar-benar belum mendahulukanmu, dalam rencana, dalam tindakan.

dan Tuhan...
izinkan aku untuk memperbaiki niatku, memperbaiki perencanaanku, dan memperbaiki tindakanku, untuk mendahulukanmu dari apapun.
karena engkau lebih besar dari idealisme luhur apapun milik manusia.

Selasa, 05 Oktober 2010

manggut manggut sambil pegang janggut

ada baiknya seseorang itu untuk agak sering berhenti sejenak.
untuk apa ?

yah, sekedar menarik nafas panjang dan tersenyum
kemudian berterima kasih pada tuhan
alhamdulillah yang jujur dari nurani
terima kasih atas apa pun yang datang disetiap detak jantung dan langkah
terima kasih atas kesusahan yang membuat kita ingat akan adanya ujian
terima kasih atas janji yang terbatalkan yang menandakan tak ada yang namanya kepastian
terima kasih atas cewek yang menandakan masih ada keindahan tuk di nikmati

seperti tadi malam
saat kulihat lagi sms motivasi itu
dan kubalas dengan manggut manggut sendiri tanda setuju...

Minggu, 03 Oktober 2010

menguatkan latihan konsistensi hati

setelah mewujudkan niat tuk perbaiki diri...
aku berlatih untuk membiasakan, untuk konsisten...
kemudian, aktivitas sedih dan senang hidup menguji konsistensi...
aku harus menguatkan latihan ini, menguatkan konsistensi hati...

agar tercapai sebuah kebiasaan yang membentuk jiwa... membentuk diri ini...