mungkin karena saya terbiasa memikirkan sesuatu maka masalah itu terpikir
ketika pikiran saya damai maka damai pula solusi saya
namun esoknya pikiran negatif itu terulang dan memancing emosi saya
terlepas dari itu semua, harus ada yang dominan dalam pikiran saya
yang dominan dan terus didengungkan adalah cinta damai dan solusi sama-sama menang
tak ada masalah yang besar, apalagi bila Tuhan hadir
tak perlu dirisaukan masalah, karena hal Tuhan jauh lebih asyik
Tuhan tuhan tuhan dan tuhan
kau hadir kembali saat kutulis permohonan cinta ku ini
kau penuhi lagi rasa ikhlas dihati
tak ada yang lebih besar dari cinta pada Mu
tak ada yang lebih asyik daripada cinta Mu pada ku
biarkan aku egois pada Mu
biarkan kuhadirkan cinta Mu pada senang dan menghilangkan marahku
biarkan hanya ada cinta pada detik jam dan langkah nafasku
dan biarkan selimut Mu melingkupi hidupku
sekali lagi... kucoba meneguhkan hadir Mu disisi ku
Kamis, 30 September 2010
Rabu, 29 September 2010
dominansi TUHAN
ketika masalah itu tak mendapat solusi memuaskan dan segera, waktu memaksa kami untuk berpisah.
sesampainya dirumah masalah itu terngiang dan membangkitkan emosi yang mengganggu proses tidur ku.
kucoba pengalihan dengan televisi.
kucoba pengalihan dengan teh hangat.
kucoba pengalihan dengan membayangkan hal-hal lain yang lebih menyenangkan.
meskipun tak terbawa tidur / mimpi, masalah itu sempat mengganggu dan hanya bisa diatasi dengan kalimat "tak ada yang lebih penting daripada cintaku pada Sang Maha Pengatur Rasa.
esok paginya masalah itu muncul lagi, saat aku merapikan rumah, dan saat aku berolahraga. dan rasa itu agak reda saat kuingat lagi pada Tuhan yang jauh lebih penting dari segala urusan dunia.
...
...
Tuhan, aku harus mendulukanmu, memahami dan membawamu pada semua aktivitasku... semua dan benar-benar semua. bukan hanya untuk mengatasi masalahku, tapi memang karena inilah jalan yang benar, satu-satunya.
Tuhan, izinkan aku untuk memperbaiki diri, pelan-pelan. maafkan bila aku sadar akan kesalahanku karena kucoba untuk pelan-pelan memperbaiki. aku masih mementingkan kerapian pakaianku daripada sholat shubuh ku. aku masih mementingkan pekerjaanku daripada dzuhur dan ashar ku. aku masih lebih mementingkan karaoke bersama teman-teman daripada maghrib dan isya ku. aku bahkan lebih mementingkan nafsu duniawiku daripada larangan-laranganmu.
izinkan aku menyiapkan tempat MU yang dominan dalam hidup ku, pelan-pelan.
sesampainya dirumah masalah itu terngiang dan membangkitkan emosi yang mengganggu proses tidur ku.
kucoba pengalihan dengan televisi.
kucoba pengalihan dengan teh hangat.
kucoba pengalihan dengan membayangkan hal-hal lain yang lebih menyenangkan.
meskipun tak terbawa tidur / mimpi, masalah itu sempat mengganggu dan hanya bisa diatasi dengan kalimat "tak ada yang lebih penting daripada cintaku pada Sang Maha Pengatur Rasa.
esok paginya masalah itu muncul lagi, saat aku merapikan rumah, dan saat aku berolahraga. dan rasa itu agak reda saat kuingat lagi pada Tuhan yang jauh lebih penting dari segala urusan dunia.
...
...
Tuhan, aku harus mendulukanmu, memahami dan membawamu pada semua aktivitasku... semua dan benar-benar semua. bukan hanya untuk mengatasi masalahku, tapi memang karena inilah jalan yang benar, satu-satunya.
Tuhan, izinkan aku untuk memperbaiki diri, pelan-pelan. maafkan bila aku sadar akan kesalahanku karena kucoba untuk pelan-pelan memperbaiki. aku masih mementingkan kerapian pakaianku daripada sholat shubuh ku. aku masih mementingkan pekerjaanku daripada dzuhur dan ashar ku. aku masih lebih mementingkan karaoke bersama teman-teman daripada maghrib dan isya ku. aku bahkan lebih mementingkan nafsu duniawiku daripada larangan-laranganmu.
izinkan aku menyiapkan tempat MU yang dominan dalam hidup ku, pelan-pelan.
Selasa, 28 September 2010
santai aja
ketika ku dilanda emosi
ketika ketenanganku terganggu dengan penantangan
ketika rasa kebersamaan kami terampas oleh egoisme
ketika peluang mimpi indahku mungkin terganggu
darahku bergolak
jantungku berdetak cepat
dan mukaku memerah tanda marah
...
... dan aku terdiam
kucari ketenangan
kucari alasan tuk tidak terpancing
kucari logika wajar untuk bertindak adil
...
...
dan kudapatkan tuhan disana
karena tak ada yang lebih besar dari urusan kami berdua
ya... hanya tuhan yang lebih dari segalanya
dan sebuah masalah tak lebih dari sejumput rumput kering dalam rumah cinta Tuhan
ketika ketenanganku terganggu dengan penantangan
ketika rasa kebersamaan kami terampas oleh egoisme
ketika peluang mimpi indahku mungkin terganggu
darahku bergolak
jantungku berdetak cepat
dan mukaku memerah tanda marah
...
... dan aku terdiam
kucari ketenangan
kucari alasan tuk tidak terpancing
kucari logika wajar untuk bertindak adil
...
...
dan kudapatkan tuhan disana
karena tak ada yang lebih besar dari urusan kami berdua
ya... hanya tuhan yang lebih dari segalanya
dan sebuah masalah tak lebih dari sejumput rumput kering dalam rumah cinta Tuhan
Senin, 27 September 2010
bahagialah untuk hari ini, dan seterusnya
sidharta gautama pernah berkata "keinginan-keinginan dalam diri manusialah yang membuatnya tidak bahagia..."
di tempat lain telah berkembang prinsip HIDUP UNTUK HARI INI atau KEKUATAN DARI SEKARANG...
ya, menusia sekarang lebih peduli dapa hasil akhir, pencapaian akhir, yang cuma berlangsung seminggu atau setahun di akhir hayat. bahkan ada "orang sukses" yang memacu dirinya untuk lebih sukses seakan tidak peduli dengan pujian dari sana sini atau masih ada "kecemburuan sukses" dalam dirinya.
sang nabi berkata bahwa tidak akan puas anak manusia walaupun diberi 2 gunung emas, dan akan berhenti ketika mulutnya disumpal oleh tanah...
menikmati kicau burung dan embun pagi SETIAP HARI adalah sebuah kebahagiaan, dan saya tidak ingin menggantinya dengan kesibukan untuk berangkat kerja.
berjalan santai sambil menikmati pemandangan dan menyapa kenalan SETIAP HARI adalah sebuah kebahagiaan, dan saya tidak ingin menggantinya dengan memacu kendaraan supaya cepat sampai kantor.
menikmati komat kamit ucapan terima kasih pada tuhan di sepanjang ingatan saya SETIAP HARI adalah kebahagiaan, dan saya tidak ingin menggantinya dengan gosip si anu dan si inu.
berusaha tersenyum tulus kepada siapa saja SETIAP HARI adalah kebahagiaan, dan saya tidak ingin menggantinya dengan 'say hello' yang biasa saja.
bekerja dengan mengedepankan nurani dan terima kasih pada tuhan SETIAP HARI adalah kebahagiaan, dan saya tidak ingin menggantinya dengan uang ceperan yang 'meragukan'.
hal buruk, sangat buruk atau baik dan sangat baik ingin kumaknai sebagai sebuah 'alhamdulillah' SETIAP HARI, karena jika kita ikhlas (salah satu kunci bahagia) tak ada hal duniawi yang berat dimata tuhan.
orang yang paling super kaya dan berkuasa pun menginginkan KEBAHAGIAAN. padahal hal tersebut mudah didapatkan dengan mengelola rasa. dan ghazali dalam buku "kimia kebahagiaan" mengatakan bahwa kebahagiaan tertinggi hanya bisa didapatkan bila bersinggungan dengan tuhan.
berbahagialah sepanjang hari ini dalam apapun aktivitas kita... berhentilah sejenak jika kita lupa merasa bahagia... dan lakukanlah kebahagiaan itu setiap hari... jangan pernah menunggu tahun depan atau sepuluh tahun lagi atau saat pensiun nanti UNTUK BAHAGIA.
di tempat lain telah berkembang prinsip HIDUP UNTUK HARI INI atau KEKUATAN DARI SEKARANG...
ya, menusia sekarang lebih peduli dapa hasil akhir, pencapaian akhir, yang cuma berlangsung seminggu atau setahun di akhir hayat. bahkan ada "orang sukses" yang memacu dirinya untuk lebih sukses seakan tidak peduli dengan pujian dari sana sini atau masih ada "kecemburuan sukses" dalam dirinya.
sang nabi berkata bahwa tidak akan puas anak manusia walaupun diberi 2 gunung emas, dan akan berhenti ketika mulutnya disumpal oleh tanah...
menikmati kicau burung dan embun pagi SETIAP HARI adalah sebuah kebahagiaan, dan saya tidak ingin menggantinya dengan kesibukan untuk berangkat kerja.
berjalan santai sambil menikmati pemandangan dan menyapa kenalan SETIAP HARI adalah sebuah kebahagiaan, dan saya tidak ingin menggantinya dengan memacu kendaraan supaya cepat sampai kantor.
menikmati komat kamit ucapan terima kasih pada tuhan di sepanjang ingatan saya SETIAP HARI adalah kebahagiaan, dan saya tidak ingin menggantinya dengan gosip si anu dan si inu.
berusaha tersenyum tulus kepada siapa saja SETIAP HARI adalah kebahagiaan, dan saya tidak ingin menggantinya dengan 'say hello' yang biasa saja.
bekerja dengan mengedepankan nurani dan terima kasih pada tuhan SETIAP HARI adalah kebahagiaan, dan saya tidak ingin menggantinya dengan uang ceperan yang 'meragukan'.
hal buruk, sangat buruk atau baik dan sangat baik ingin kumaknai sebagai sebuah 'alhamdulillah' SETIAP HARI, karena jika kita ikhlas (salah satu kunci bahagia) tak ada hal duniawi yang berat dimata tuhan.
orang yang paling super kaya dan berkuasa pun menginginkan KEBAHAGIAAN. padahal hal tersebut mudah didapatkan dengan mengelola rasa. dan ghazali dalam buku "kimia kebahagiaan" mengatakan bahwa kebahagiaan tertinggi hanya bisa didapatkan bila bersinggungan dengan tuhan.
berbahagialah sepanjang hari ini dalam apapun aktivitas kita... berhentilah sejenak jika kita lupa merasa bahagia... dan lakukanlah kebahagiaan itu setiap hari... jangan pernah menunggu tahun depan atau sepuluh tahun lagi atau saat pensiun nanti UNTUK BAHAGIA.
Selasa, 21 September 2010
2 Langkah Menenangkan Diri
Senin, 20/9/2010, KOMPAS.com
Pernahkah Anda merasa tak sanggup lagi menahan emosi dan menjadi uring-uringan atau sedih karenanya? Anda bahkan akan merasa lelah secara emosi berkepanjangan. Jika pernah, sebenarnya ini adalah tanda depresi, tetapi banyak orang yang menyangkalnya.
Depresi merupakan tanda yang diberikan tubuh Anda saat sesuatu hal tak berjalan dengan semestinya. Kondisi ini bisa dikurangi dengan sikap dan pikiran yang lebih tenang. Anda perlu mencari strategi yang tepat agar tubuh dan pikiran kembali seimbang dengan mendapatkan ketenangan diri.
Dua cara berikut ini bisa saja membantu Anda:
Terapi bicara
Ungkapkan hal apa yang membuat Anda resah, sedih, atau depresi. Jika berhubungan dengan hubungan bersama pasangan, utarakan dan bicarakan masalah Anda bersama pasangan. Cara ini belum tentu menyelesaikan masalah. Namun, setidaknya Anda bisa mengurangi depresi yang membuat suasana hati dan pikiran tak nyaman. Dengan membicarakan masalah, Anda tidak terperangkap sendirian dengan semua emosi negatif dalam diri.
Bahkan, terapi bicara yang dilakukan enam minggu memiliki tingkat keberhasilan 60-70 persen dalam mengurangi depresi. Dengan bantuan obat-obatan, atas rekomendasi dokter, depresi bisa dikurangi dengan tingkat keberhasilan mencapai 90 persen. Prinsipnya, beberapa cara bisa Anda pilih untuk melepaskan hormon yang memberikan perasaan senang seperti hormon oksitosin atau hormon cinta.
Terapi bicara untuk mengurangi depresi di antaranya terapi perilaku kognitif. Terapi yang berlangsung 10-20 sesi ini membantu Anda untuk mengenali cara berpikir Anda. Kemudian membantu Anda mengubah perilaku tentang respons Anda terhadap lingkungan dan tentu saja mengubah cara berpikir.
Terapi ini membantu Anda tetap tenang meski sedang emosi menghadapi masalah. Dengan bersikap tenang, Anda bisa mencari tahu solusi masalah yang lebih tepat dan membuat perasaan dan pikiran lebih baik.
Membicarakan masalah dengan pasangan, teman atau sekadar berkomentar tentang kemacetan kepada sopir taksi bisa meredakan emosi.
Arahkan imajinasi
Teknik yang memanfaatkan imajinasi Anda ini membantu mengatasi masalah. Teknik ini meningkatkan mood dan mengurangi stres. Caranya, carilah tempat nyaman yang sepi dan tenang untuk menyendiri. Jika toilet di rumah cukup nyaman, pergilah ke ruang privat ini.
Cari tempat yang tak ada satu pun orang bisa mengganggu Anda. Tarik napas mendalam, buang, lalu atur napas hingga mendapatkan ketenangan. Visualisasikan bahwa Anda tengah berada dalam situasi menyenangkan. Bayangkan Anda sedang bersantai di pinggir pantai jika saat ini Anda begitu tertekan dengan suasana menegangkan. Atau bayangkan Anda tengah menekuni hobi yang Anda sukai dan membuat bersemangat, seperti sedang asyik berolahraga di pusat kebugaran atau berenang yang membuat suasana hati lebih bersemangat. Bisa juga membayangkan sistem imun dalam tubuh sedang memerangi bakteri atau virus jahat yang melemahkan kondisi fisik, jika Anda sedang stres dengan penyakit yang diderita.
Meditasi menjadi cara lainnya untuk menemukan kedamaian dalam diri seperti ini. Setidaknya emosi negatif berkurang meski tak lantas hilang.
Selamat mencoba.
Pernahkah Anda merasa tak sanggup lagi menahan emosi dan menjadi uring-uringan atau sedih karenanya? Anda bahkan akan merasa lelah secara emosi berkepanjangan. Jika pernah, sebenarnya ini adalah tanda depresi, tetapi banyak orang yang menyangkalnya.
Depresi merupakan tanda yang diberikan tubuh Anda saat sesuatu hal tak berjalan dengan semestinya. Kondisi ini bisa dikurangi dengan sikap dan pikiran yang lebih tenang. Anda perlu mencari strategi yang tepat agar tubuh dan pikiran kembali seimbang dengan mendapatkan ketenangan diri.
Dua cara berikut ini bisa saja membantu Anda:
Terapi bicara
Ungkapkan hal apa yang membuat Anda resah, sedih, atau depresi. Jika berhubungan dengan hubungan bersama pasangan, utarakan dan bicarakan masalah Anda bersama pasangan. Cara ini belum tentu menyelesaikan masalah. Namun, setidaknya Anda bisa mengurangi depresi yang membuat suasana hati dan pikiran tak nyaman. Dengan membicarakan masalah, Anda tidak terperangkap sendirian dengan semua emosi negatif dalam diri.
Bahkan, terapi bicara yang dilakukan enam minggu memiliki tingkat keberhasilan 60-70 persen dalam mengurangi depresi. Dengan bantuan obat-obatan, atas rekomendasi dokter, depresi bisa dikurangi dengan tingkat keberhasilan mencapai 90 persen. Prinsipnya, beberapa cara bisa Anda pilih untuk melepaskan hormon yang memberikan perasaan senang seperti hormon oksitosin atau hormon cinta.
Terapi bicara untuk mengurangi depresi di antaranya terapi perilaku kognitif. Terapi yang berlangsung 10-20 sesi ini membantu Anda untuk mengenali cara berpikir Anda. Kemudian membantu Anda mengubah perilaku tentang respons Anda terhadap lingkungan dan tentu saja mengubah cara berpikir.
Terapi ini membantu Anda tetap tenang meski sedang emosi menghadapi masalah. Dengan bersikap tenang, Anda bisa mencari tahu solusi masalah yang lebih tepat dan membuat perasaan dan pikiran lebih baik.
Membicarakan masalah dengan pasangan, teman atau sekadar berkomentar tentang kemacetan kepada sopir taksi bisa meredakan emosi.
Arahkan imajinasi
Teknik yang memanfaatkan imajinasi Anda ini membantu mengatasi masalah. Teknik ini meningkatkan mood dan mengurangi stres. Caranya, carilah tempat nyaman yang sepi dan tenang untuk menyendiri. Jika toilet di rumah cukup nyaman, pergilah ke ruang privat ini.
Cari tempat yang tak ada satu pun orang bisa mengganggu Anda. Tarik napas mendalam, buang, lalu atur napas hingga mendapatkan ketenangan. Visualisasikan bahwa Anda tengah berada dalam situasi menyenangkan. Bayangkan Anda sedang bersantai di pinggir pantai jika saat ini Anda begitu tertekan dengan suasana menegangkan. Atau bayangkan Anda tengah menekuni hobi yang Anda sukai dan membuat bersemangat, seperti sedang asyik berolahraga di pusat kebugaran atau berenang yang membuat suasana hati lebih bersemangat. Bisa juga membayangkan sistem imun dalam tubuh sedang memerangi bakteri atau virus jahat yang melemahkan kondisi fisik, jika Anda sedang stres dengan penyakit yang diderita.
Meditasi menjadi cara lainnya untuk menemukan kedamaian dalam diri seperti ini. Setidaknya emosi negatif berkurang meski tak lantas hilang.
Selamat mencoba.
Senin, 20 September 2010
Berkah Ramadhan
alhamdulillah aku tidak mempermasalahkan masalah-masalah duniawi dalam tidurku, hingga tuhan memberiku lelap yang menyehatkan.
segala puji bagi tuhan yang memberi kekuatan dan ke-santai-an untukku berpuasa dan tidak makan banyak pada malam hari. insyaallah akan kulanjutkan "porsi kecil yang baik" ini usai lebaran.
senangnya hatiku karena tuhan lebih kucintai daripada mengkhawatirkan kesalahan-kesalahanku. dalam hatiku kupenuhi keikhlasan pada segala hal dunia dan terima kasih pada tuhan dan siapapun yang punya kebaikan.
semua orang mampu memiliki berkah ramadhan, dan semoga aku memilikinya pula usai lebaran. aku ingin mendahulukan sholat, aku ingin mendahulukan tuhan, aku ingin lebih mencintainya... usai lebaran
segala puji bagi tuhan yang memberi kekuatan dan ke-santai-an untukku berpuasa dan tidak makan banyak pada malam hari. insyaallah akan kulanjutkan "porsi kecil yang baik" ini usai lebaran.
senangnya hatiku karena tuhan lebih kucintai daripada mengkhawatirkan kesalahan-kesalahanku. dalam hatiku kupenuhi keikhlasan pada segala hal dunia dan terima kasih pada tuhan dan siapapun yang punya kebaikan.
semua orang mampu memiliki berkah ramadhan, dan semoga aku memilikinya pula usai lebaran. aku ingin mendahulukan sholat, aku ingin mendahulukan tuhan, aku ingin lebih mencintainya... usai lebaran
Rabu, 15 September 2010
mencintai TUHAN dengan SEMBAHYANG
bila kecintaan pada Tuhan menjadi hal utama pada manusia maka sempurnalah hidupnya. Prioritas hidup yang jelas tersebut perlu diaplikasikan dalam segenap bentuk kehidupan yang diberikan pada kita.
wujud persembahan cinta yang paling layak dilakukan adalah pada saat SEMBAHYANG. disitulah wujud awal dan terbesar yang diminta Tuhan kepada umat manusia. tentunya melalui sembahyang yang benar dan hasil sembahyang yang juga benar.
ada hal dalam diri yang lebih kekal dan layak diutamakan dalam sembahyang, yaitu PERASAAN. hal ini perlu hadir semakin dan semakin penuh sebelum dan ketika sembahyang dilakukan. seharusnya, ketika keinginan sembahyang muncul semua hal yang lain didunia ini adalah kecil sekecil-kecilnya. masalah di kantor, perkelahian dengan suami, kesenangan ingin menikmati bonus kerja hingga keperluan menengok teman yang melahirkan seharusnya mengecil ketika Tuhan, sang maha mengatur semua kejadian dan rasa, akan dihadirkan lebih khusyu. betapa bahagianya kita, apapun masalah yang menimpa, jika bisa menghadirkan Tuhan secara dominan dalam rasa dan nafas menjelang sembahyang. orang sufi mengatakan "CUKUPLAH TUHAN MENJADI TEMAN HIDUPKU...". juga pada kalimat yang terkenal "AKU TAHU DENGAN SURGA DAN NERAKA MU, TAPI AKU LEBIH PEDULI PADA CINTA MU YA TUHAN". berhentilah sebentar, sebentar saja, untuk menghadirkan Tuhan sebelum sembahyang. agar benar cinta kita. agar benar sembahyang kita... dan tetaplah pada rasa cinta itu usai sembahyang.
setelah rasa merasuki kita maka siapkanlah PENAMPILAN yang cantik... bertahun dan bahkan puluhan tahun kita mempersiapkan diri dengan cantik dan pakaian yang cantik untuk menghadiri kondangan teman, hajatan pribadi, dan hari raya. berjuta-juta habis untuk tampil cantik dan tampan dihadapan pimpinan dan klien. namun kita tampil seadanya, bahkan dengan kaos oblong, untuk menghadap sang pencipta klien, teman, bos, dan diri kita sendiri. memang sebuah keironisan yang tak disadari. Tuhan hanya ingin kita tampil layak, tapi seharusnya kitalah yang tahu diri tentang siapa yang paling bos diantara bos. Rasa cinta dan hormat pada Tuhan dalam sembahyang layak untuk diwujudkan dalam dandanan terbaik yang kita miliki dan yang diinginkan NYA.
ada rasa, ada penampilan, dan ada ALOKASI WAKTU. semakin maju peradaban semakin padat dan sibuklah manusia. namun tak hentinya para ahli kepribadian, manajemen diri, hingga bisku yang santun mengingatkan kita untuk membuat perencanaan yang baik. saya lebih senang mengkampanyekan perencanaan waktu yang nyaman. pertama: fokus fokus dan fokus pada prioritas. kemudian (kedua) lakukan dengan alokasi waktu yang nyaman. dalam hal yang pertama saya dengan pasti menegaskan milikilah fokus untuk waktu sembahyang sebelum waktu panggilan sembahyang / adzan / lonceng... nabi jelas mengatakan dirikanlah sembahyang ketika mendengar panggilan sembahyang. saya (tanpa bermaksud lebih tinggi daripada nabi) menyarankan agar menyiapkan alokasi waktu sebelum panggilan datang, dan sebenarnya itu layak untuk dilakukan bagi yang memahami pentingnya manajemen waktu yang nyaman. dengan waktu yang longgar maka kita bisa menyiapkan rasa, menyiapkan pakaian, berjalan ke tempat ibadah, dan melakukan sembahyang sunnah ataupun silaturahmi dengan jemaat lainnya.
akhirnya, pastikan anda sembahyang di TEMPAT IBADAH. ada kekhusyukan, ada wadah sosialisasi, ada kekuatan pahala dan ilmu. ada kalanya imam sembahyang kurang baik pembawaannya. ada kalanya suasana jemaat juga terkesan sumpek. namun tetap lebih banyak untungnya berada di tempat ibadah, terutama dengan pahala. ada ibadah-ibadah sekunder yang bisa dilakukan dengan kekhusyukan sendiri. ada ketenangan dari televisi dan hiruk pikuk rumah dan tempat kerja. ada kepastian bahwa Tuhan hadir di rumah NYA.
semua demi cinta pada NYA, menomorsatukan DIA, dan pasti demi kita sendiri nantinya.
wujud persembahan cinta yang paling layak dilakukan adalah pada saat SEMBAHYANG. disitulah wujud awal dan terbesar yang diminta Tuhan kepada umat manusia. tentunya melalui sembahyang yang benar dan hasil sembahyang yang juga benar.
ada hal dalam diri yang lebih kekal dan layak diutamakan dalam sembahyang, yaitu PERASAAN. hal ini perlu hadir semakin dan semakin penuh sebelum dan ketika sembahyang dilakukan. seharusnya, ketika keinginan sembahyang muncul semua hal yang lain didunia ini adalah kecil sekecil-kecilnya. masalah di kantor, perkelahian dengan suami, kesenangan ingin menikmati bonus kerja hingga keperluan menengok teman yang melahirkan seharusnya mengecil ketika Tuhan, sang maha mengatur semua kejadian dan rasa, akan dihadirkan lebih khusyu. betapa bahagianya kita, apapun masalah yang menimpa, jika bisa menghadirkan Tuhan secara dominan dalam rasa dan nafas menjelang sembahyang. orang sufi mengatakan "CUKUPLAH TUHAN MENJADI TEMAN HIDUPKU...". juga pada kalimat yang terkenal "AKU TAHU DENGAN SURGA DAN NERAKA MU, TAPI AKU LEBIH PEDULI PADA CINTA MU YA TUHAN". berhentilah sebentar, sebentar saja, untuk menghadirkan Tuhan sebelum sembahyang. agar benar cinta kita. agar benar sembahyang kita... dan tetaplah pada rasa cinta itu usai sembahyang.
setelah rasa merasuki kita maka siapkanlah PENAMPILAN yang cantik... bertahun dan bahkan puluhan tahun kita mempersiapkan diri dengan cantik dan pakaian yang cantik untuk menghadiri kondangan teman, hajatan pribadi, dan hari raya. berjuta-juta habis untuk tampil cantik dan tampan dihadapan pimpinan dan klien. namun kita tampil seadanya, bahkan dengan kaos oblong, untuk menghadap sang pencipta klien, teman, bos, dan diri kita sendiri. memang sebuah keironisan yang tak disadari. Tuhan hanya ingin kita tampil layak, tapi seharusnya kitalah yang tahu diri tentang siapa yang paling bos diantara bos. Rasa cinta dan hormat pada Tuhan dalam sembahyang layak untuk diwujudkan dalam dandanan terbaik yang kita miliki dan yang diinginkan NYA.
ada rasa, ada penampilan, dan ada ALOKASI WAKTU. semakin maju peradaban semakin padat dan sibuklah manusia. namun tak hentinya para ahli kepribadian, manajemen diri, hingga bisku yang santun mengingatkan kita untuk membuat perencanaan yang baik. saya lebih senang mengkampanyekan perencanaan waktu yang nyaman. pertama: fokus fokus dan fokus pada prioritas. kemudian (kedua) lakukan dengan alokasi waktu yang nyaman. dalam hal yang pertama saya dengan pasti menegaskan milikilah fokus untuk waktu sembahyang sebelum waktu panggilan sembahyang / adzan / lonceng... nabi jelas mengatakan dirikanlah sembahyang ketika mendengar panggilan sembahyang. saya (tanpa bermaksud lebih tinggi daripada nabi) menyarankan agar menyiapkan alokasi waktu sebelum panggilan datang, dan sebenarnya itu layak untuk dilakukan bagi yang memahami pentingnya manajemen waktu yang nyaman. dengan waktu yang longgar maka kita bisa menyiapkan rasa, menyiapkan pakaian, berjalan ke tempat ibadah, dan melakukan sembahyang sunnah ataupun silaturahmi dengan jemaat lainnya.
akhirnya, pastikan anda sembahyang di TEMPAT IBADAH. ada kekhusyukan, ada wadah sosialisasi, ada kekuatan pahala dan ilmu. ada kalanya imam sembahyang kurang baik pembawaannya. ada kalanya suasana jemaat juga terkesan sumpek. namun tetap lebih banyak untungnya berada di tempat ibadah, terutama dengan pahala. ada ibadah-ibadah sekunder yang bisa dilakukan dengan kekhusyukan sendiri. ada ketenangan dari televisi dan hiruk pikuk rumah dan tempat kerja. ada kepastian bahwa Tuhan hadir di rumah NYA.
semua demi cinta pada NYA, menomorsatukan DIA, dan pasti demi kita sendiri nantinya.
Senin, 13 September 2010
dominasi perasaan
apa yang kita lihat dengar dan rasakan akan mempengaruhi hari hari kita. seorang pekerja bangunan yang selalu menonton bola pikirannya akan dipenuhi dengan sepakan dan gosip pesepakbola. bankir yang hobi nonton berita pagi siang sore malam akan memenuhkan makan siang bisnisnya dengan perbincangan hangat politik dan kriminal.
demikian juga para pencari cinta Tuhan. apa yang dilihat, dirasakan dan dilakukan akan sangat baik bila dipenuhi dengan doa dan mendekatkan hati kepada NYA. dzikir yang pelan dengan menghayati artinya akan mempengaruhi langkah dan rasa. mematikan televisi dan menggantinya dengan lagu rohani yang menyegarkan akan membuat hati menjadi asyik.
aku ingin tuk lebih cinta pada Tuhan dengan asyik. bukan dengan terburu-buru atau zikir yang ngebut bak pembalap. senyum ditambah zikir yang pelan ditambah penglihatan dan bacaan spiritual ala sufi menjadikan segalanya penuh cinta pada Tuhan. tak ada yang lebih besar daripada cinta pada kuasa NYA. pekerjaan menjadi ringan, hambatan duniawi tak merisaukan, dan senang susah tak penting dalam dekapan cinta NYA.
kuatkan motivasi cinta kita dengan dominansi pada apa yang dilihat didengar dan dilakukan... sedikitkan fokus hanya pada yang penting dan longgar. tak perlu miliki perhiasan duniawi bila menambah beban waktu tenaga pikiran dan rasa tuk pemeliharaan... berjalanlah dengan lembut, sehat, penuh senyum dan hening bahagia, layaknya sufi dan biksu di pegunungan yang jauh.
demikian juga para pencari cinta Tuhan. apa yang dilihat, dirasakan dan dilakukan akan sangat baik bila dipenuhi dengan doa dan mendekatkan hati kepada NYA. dzikir yang pelan dengan menghayati artinya akan mempengaruhi langkah dan rasa. mematikan televisi dan menggantinya dengan lagu rohani yang menyegarkan akan membuat hati menjadi asyik.
aku ingin tuk lebih cinta pada Tuhan dengan asyik. bukan dengan terburu-buru atau zikir yang ngebut bak pembalap. senyum ditambah zikir yang pelan ditambah penglihatan dan bacaan spiritual ala sufi menjadikan segalanya penuh cinta pada Tuhan. tak ada yang lebih besar daripada cinta pada kuasa NYA. pekerjaan menjadi ringan, hambatan duniawi tak merisaukan, dan senang susah tak penting dalam dekapan cinta NYA.
kuatkan motivasi cinta kita dengan dominansi pada apa yang dilihat didengar dan dilakukan... sedikitkan fokus hanya pada yang penting dan longgar. tak perlu miliki perhiasan duniawi bila menambah beban waktu tenaga pikiran dan rasa tuk pemeliharaan... berjalanlah dengan lembut, sehat, penuh senyum dan hening bahagia, layaknya sufi dan biksu di pegunungan yang jauh.
Senin, 06 September 2010
3 tips meraih hidup bahagia
Apakah rahasia hidup yang bahagia itu?....... Banyak orang yang mengidentikkan kebahagiaan dengan segala sesuatu yang berada di luar kita,…. seperti harta benda yang kita miliki. Apakah Anda akan berbahagia jika mempunyai rumah yang indah, mobil mewah, penghasilan yang berlimpah, dan pasangan hidup dan anak-anak yang tampan dan cantik?........ Mungkin Anda akan mengatakan ”ya.”……!..... Tapi, percayalah itu tidak akan berlangsung lama.
Kebahagiaan yang disebabkan hal-hal di luar kita….. adalah kebahagiaan semu. Kebahagiaan itu akan segera hilang begitu Anda berhasil memiliki barang tersebut. Anda melihat kawan Anda membeli mobil mewah, handphone yang canggih, atau sekadar baju baru. Anda begitu ingin memilikinya. Anehnya, begitu Anda berhasil memilikinya, rasa bahagia itu segera hilang. Anda merasa biasa-biasa saja. Bahkan, Anda mulai melirik orang lain yang memiliki barang yang lebih bagus lagi daripada yang Anda miliki. Anda kembali berangan-angan untuk memilikinya. Demikianlah seterusnya. Dan Anda tidak akan pernah bahagia.
Budha Gautama pernah mengatakan, ”Keinginan-keinginan yang ada pada manusia-lah yang seringkali menjauhkan manusia dari kebahagiaan.” Ia benar. Kebahagiaan adalah sebuah kondisi tanpa syarat. Anda tidak perlu memiliki apapun untuk berbahagia. Ini adalah sesuatu yang sudah Anda putuskan dari awal.
Coba katakan pada diri Anda sendiri, ”Saya sudah memilih untuk bahagia apapun yang akan terjadi.” Anda akan merasa bahagia walaupun tidak memiliki harta yang banyak, walaupun kondisi di luar tidak sesuai dengan keinginan Anda. Semua itu tidak akan mengganggu karena Anda tidak menempatkan kebahagiaan Anda disana. Kebahagiaan yang hakiki terletak di dalam diri Anda sendiri. Inti kebahagiaan ada pada pikiran Anda. Ubahlah cara Anda berpikir dan Anda akan segera mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman batin.
Saya mendapatkan gagasan mengenai tiga kunci kebahagiaan ini setelah merenungkan arti tasbih, tahmid dan takbir yang kita ucapkan tiap hari tapi sering tanpa makna yang mendalam.
Kunci pertama kebahagiaan adalah rela memaafkan
Coba renungkan kata subhanallah. Tuhanlah yang Maha Suci, sementara manusia adalah tempat kesalahan dan kealpaan. Kesempurnaan manusia justru terletak pada ketidaksempurnaannya. Dengan memahami konsep ini, hati Anda akan selalu terbuka untuk memaafkan orang lain. Seorang dokter terkenal Gerarld Jampolsky menemukan bahwa sebagian besar masalah yang kita hadapi dalam hidup bersumber dari ketidakmampuan kita untuk memaafkan orang lain. Ia bahkan mendirikan sebuah pusat penyembuhan terkemuka di Amerika yang hanya menggunakan satu metode tunggal yaitu, rela memaafkan!
Kunci kedua adalah bersyukur dan Ikhlas dalam berbuat
Coba renungkan kata alhamdulillah. Orang yang bahagia adalah orang yang senantiasa mengucapkan alhamdulillah dalam situasi apapun. Ini seperti cerita seorang petani miskin yang kehilangan kuda satu-satunya. Orang-orang di desanya amat prihatin terhadap kejadian itu, namun ia hanya mengatakan, alhamdulillah dengan penuh keikhlasan. Seminggu kemudian kuda tersebut kembali ke rumahnya sambil membawa serombongan kuda liar. Petani itu mendadak menjadi orang kaya. Orang-orang di desanya berduyun-duyun mengucapkan selamat kepadanya, namun ia hanya berkata, alhamdulillah.
Tak lama kemudian petani ini kembali mendapat musibah. Anaknya yang berusaha menjinakkan seekor kuda liar terjatuh sehingga patah kakinya. Orang-orang desa merasa amat prihatin, tapi sang petani hanya mengatakan, alhamdulillah dengan keikhlasan. Ternyata seminggu kemudian tentara masuk ke desa itu untuk mencari para pemuda untuk wajib militer. Semua pemuda diboyong keluar desa kecuali anak sang petani karena kakinya patah. Melihat hal itu si petani hanya berkata singkat, alhamdulillah.
Cerita itu sangat inspiratif karena dapat menunjukkan kepada kita bahwa apa yang kelihatannya baik, belum tentu baik. Sebaliknya, apa yang kelihatan buruk belum tentu buruk. Orang yang bersyukur tidak terganggu dengan apa yang ada di luar karena ia selalu menerima apa saja yang ia hadapi.
Kunci ketiga kebahagiaan adalah tidak membesar-besarkan hal-hal kecil
Coba renungkan kalimat Allahu akbar. Anda akan merasa bahwa hanya Tuhanlah yang Maha Besar dan banyak hal-hal yang kita pusingkan setiap hari sebenarnya adalah masalah-masalah kecil. Masalah-masalah ini bahkan tidak akan pernah kita ingat lagi satu tahun dari sekarang.
Penelitian mengenai stres menunjukkan adanya beberapa hal yang merupakan penyebab terbesar stres, seperti kematian orang yang kita cintai, kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya. Hal-hal seperti ini bolehlah Anda anggap sebagai hal yang ”agak besar.” Tapi, bukankah hal-hal ini hanya kita alami sekali-sekali dan pada waktu-waktu tertentu? Kenyataannya, kebanyakan hal-hal yang kita pusingkan dalam hidup.
Dinukil dari :f4ni.wordpress.com
Kebahagiaan yang disebabkan hal-hal di luar kita….. adalah kebahagiaan semu. Kebahagiaan itu akan segera hilang begitu Anda berhasil memiliki barang tersebut. Anda melihat kawan Anda membeli mobil mewah, handphone yang canggih, atau sekadar baju baru. Anda begitu ingin memilikinya. Anehnya, begitu Anda berhasil memilikinya, rasa bahagia itu segera hilang. Anda merasa biasa-biasa saja. Bahkan, Anda mulai melirik orang lain yang memiliki barang yang lebih bagus lagi daripada yang Anda miliki. Anda kembali berangan-angan untuk memilikinya. Demikianlah seterusnya. Dan Anda tidak akan pernah bahagia.
Budha Gautama pernah mengatakan, ”Keinginan-keinginan yang ada pada manusia-lah yang seringkali menjauhkan manusia dari kebahagiaan.” Ia benar. Kebahagiaan adalah sebuah kondisi tanpa syarat. Anda tidak perlu memiliki apapun untuk berbahagia. Ini adalah sesuatu yang sudah Anda putuskan dari awal.
Coba katakan pada diri Anda sendiri, ”Saya sudah memilih untuk bahagia apapun yang akan terjadi.” Anda akan merasa bahagia walaupun tidak memiliki harta yang banyak, walaupun kondisi di luar tidak sesuai dengan keinginan Anda. Semua itu tidak akan mengganggu karena Anda tidak menempatkan kebahagiaan Anda disana. Kebahagiaan yang hakiki terletak di dalam diri Anda sendiri. Inti kebahagiaan ada pada pikiran Anda. Ubahlah cara Anda berpikir dan Anda akan segera mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman batin.
Saya mendapatkan gagasan mengenai tiga kunci kebahagiaan ini setelah merenungkan arti tasbih, tahmid dan takbir yang kita ucapkan tiap hari tapi sering tanpa makna yang mendalam.
Kunci pertama kebahagiaan adalah rela memaafkan
Coba renungkan kata subhanallah. Tuhanlah yang Maha Suci, sementara manusia adalah tempat kesalahan dan kealpaan. Kesempurnaan manusia justru terletak pada ketidaksempurnaannya. Dengan memahami konsep ini, hati Anda akan selalu terbuka untuk memaafkan orang lain. Seorang dokter terkenal Gerarld Jampolsky menemukan bahwa sebagian besar masalah yang kita hadapi dalam hidup bersumber dari ketidakmampuan kita untuk memaafkan orang lain. Ia bahkan mendirikan sebuah pusat penyembuhan terkemuka di Amerika yang hanya menggunakan satu metode tunggal yaitu, rela memaafkan!
Kunci kedua adalah bersyukur dan Ikhlas dalam berbuat
Coba renungkan kata alhamdulillah. Orang yang bahagia adalah orang yang senantiasa mengucapkan alhamdulillah dalam situasi apapun. Ini seperti cerita seorang petani miskin yang kehilangan kuda satu-satunya. Orang-orang di desanya amat prihatin terhadap kejadian itu, namun ia hanya mengatakan, alhamdulillah dengan penuh keikhlasan. Seminggu kemudian kuda tersebut kembali ke rumahnya sambil membawa serombongan kuda liar. Petani itu mendadak menjadi orang kaya. Orang-orang di desanya berduyun-duyun mengucapkan selamat kepadanya, namun ia hanya berkata, alhamdulillah.
Tak lama kemudian petani ini kembali mendapat musibah. Anaknya yang berusaha menjinakkan seekor kuda liar terjatuh sehingga patah kakinya. Orang-orang desa merasa amat prihatin, tapi sang petani hanya mengatakan, alhamdulillah dengan keikhlasan. Ternyata seminggu kemudian tentara masuk ke desa itu untuk mencari para pemuda untuk wajib militer. Semua pemuda diboyong keluar desa kecuali anak sang petani karena kakinya patah. Melihat hal itu si petani hanya berkata singkat, alhamdulillah.
Cerita itu sangat inspiratif karena dapat menunjukkan kepada kita bahwa apa yang kelihatannya baik, belum tentu baik. Sebaliknya, apa yang kelihatan buruk belum tentu buruk. Orang yang bersyukur tidak terganggu dengan apa yang ada di luar karena ia selalu menerima apa saja yang ia hadapi.
Kunci ketiga kebahagiaan adalah tidak membesar-besarkan hal-hal kecil
Coba renungkan kalimat Allahu akbar. Anda akan merasa bahwa hanya Tuhanlah yang Maha Besar dan banyak hal-hal yang kita pusingkan setiap hari sebenarnya adalah masalah-masalah kecil. Masalah-masalah ini bahkan tidak akan pernah kita ingat lagi satu tahun dari sekarang.
Penelitian mengenai stres menunjukkan adanya beberapa hal yang merupakan penyebab terbesar stres, seperti kematian orang yang kita cintai, kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya. Hal-hal seperti ini bolehlah Anda anggap sebagai hal yang ”agak besar.” Tapi, bukankah hal-hal ini hanya kita alami sekali-sekali dan pada waktu-waktu tertentu? Kenyataannya, kebanyakan hal-hal yang kita pusingkan dalam hidup.
Dinukil dari :f4ni.wordpress.com
Jumat, 03 September 2010
membumikan Tuhan
membumikan Tuhan berarti membawa Sang Kuasa kedominannya langkah dan nafas kita. membawa sifat kebesarannya disela kantuk dan tawa. mengembalikan kegundahan menjadi cinta pada NYA.
membawa Tuhan pada diri adalah berhenti dari setiap kesibukan yang melupakan, untuk menjalani aktivitas yang selalu dalam bimbingan NYA. menghadirkan sholat sunnah saat mau berangkat kerja, berhenti sejenak kala amarah pribadi menggelora, dan menyumbangkan ketenangan karena NYA menghadapi apapun urusan dunia yang sebenarnya sangat kecil ini.
membawa Tuhan pada diri adalah melatih kebiasaan, untuk selalu dan benar-benar merasakan kehadirannya, tidak hanya sekadar ucapan dzikir.
ketika salam bersalamlah dengan hati mengharap ridho NYA.
ketika dzikir lakukanlah dengan memahami artinya.
ketika bekerja hadirkanlah terima kasih dan mohon semangat dari NYA.
membawa Tuhan pada diri memerlukan kebiasaan fisik dan hati. untuk menghadirkan selalu dzikir dan menghadirkan selalu hati.
membawa Tuhan pada diri jelas membuat seseorang harus menjadi tenang. tidak terlalu gembira dan tidak terlalu sedih, karena yang ada adalah cinta dan kesenangan dekat pada NYA.
Ya Tuhan ku. izinkanlah aku dekat MU, membiasakan dekat MU, meski masih banyak cacatku.
membawa Tuhan pada diri adalah berhenti dari setiap kesibukan yang melupakan, untuk menjalani aktivitas yang selalu dalam bimbingan NYA. menghadirkan sholat sunnah saat mau berangkat kerja, berhenti sejenak kala amarah pribadi menggelora, dan menyumbangkan ketenangan karena NYA menghadapi apapun urusan dunia yang sebenarnya sangat kecil ini.
membawa Tuhan pada diri adalah melatih kebiasaan, untuk selalu dan benar-benar merasakan kehadirannya, tidak hanya sekadar ucapan dzikir.
ketika salam bersalamlah dengan hati mengharap ridho NYA.
ketika dzikir lakukanlah dengan memahami artinya.
ketika bekerja hadirkanlah terima kasih dan mohon semangat dari NYA.
membawa Tuhan pada diri memerlukan kebiasaan fisik dan hati. untuk menghadirkan selalu dzikir dan menghadirkan selalu hati.
membawa Tuhan pada diri jelas membuat seseorang harus menjadi tenang. tidak terlalu gembira dan tidak terlalu sedih, karena yang ada adalah cinta dan kesenangan dekat pada NYA.
Ya Tuhan ku. izinkanlah aku dekat MU, membiasakan dekat MU, meski masih banyak cacatku.
Langganan:
Postingan (Atom)