jika kita bertanya pada ingatan hati kita, apa yang paling banyak dirasakan ?
hal itulah yang akan menjelaskan apakah kita bahagia, senang, gembira, bersemangat, merasa berguna. atau hal itu yang menjelaskan apakah kita masih sedih, putus asa, salah tujuan, marah, stres...
jika dominansi hati kita pada cinta untuk si dia, maka aktivitas keseharian kita akan berkaitan dengan 'si dia'. melamun dalam bekerja, lebih banyak sms dan fesbuk-an dengan si dia, beli oleh-oleh dan hadian untuk si dia, dan melupakan jadwal olahraga demi menemui dia.
jika sebagian besar hati kita pada pelestarian alam, maka pepohonan menjadi teman kita, kemarahan hadir ketika chainsaw merusak habitat satwa lindung kita, dan rapat demi rapat yang melelahkan kita lalui dengan gembira meski kurang mandi.
jika sebagian besar hati kita untuk sembahyang maka yang kita tunggu adalah waktu sholat. tivi dan radio harus mati ketika adzan datang memanggil. kita marah pada kemalasan sholat dan dzikir. waktu kerja kita diatur berdasar waktu sholat.
apa yang diinginkan Tuhan tentang HATI KITA ?
"Sesungunya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku, hanya untuk Tuhan semesta alam". Tuhan menginginkan keseimbangan antara ritual sembahyang, ibadah non ritual sembahyang, aktivitas kehidupan, dan mati nya manusia untuk berbalut keikhlasan pada NYA. bukan pada balutan harga diri, nama baik dimasyarakat, kemakmuran dunia dan kesenangan diri. Tuhan ingin hati kita menggerakkan raga untuk melaksanakan "Keseimbangan dalam pelukan NYA".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar