Rabu, 01 Desember 2010

sedikit dan berarti (2)

enaknya hidup sedikit, dan bermakna.
ketika kebutuhan, keinginan, dan hal-hal berbau aksesoris kehidupan tidak membuat pikiran dan tubuh bekerja selalu lebih banyak dan lebih banyak lagi.
bukan bermaksud untuk menjadi malas, namun keinginan tidak akan ada habisnya jika dituruti. tak ada batasnya hingga kita menyesal telah mengejarnya seolah tanpa henti. MANAJEMEN HATI lah yang mampu memperbaikinya.

enaknya hidup sedikit, dan bermakna.
ketika hanya TUHAN yang menjadi tujuan.
ketika perbaikan 'MENUJU TUHAN' secara perlahan menjadi plihan aktivitas.
ketika konsistensi akan kebaikan 'MENUJU TUHAN' menjadi pilihan, apalagi kebaikan itu dilakukan sesuai minat.

enaknya hidup sedikit, dan bermakna.
dengan melatih hati untuk sederhana dan bermakna. sederhana dalam keinginan. bermakna dalam aktivitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar