Rabu, 15 September 2010

mencintai TUHAN dengan SEMBAHYANG

bila kecintaan pada Tuhan menjadi hal utama pada manusia maka sempurnalah hidupnya. Prioritas hidup yang jelas tersebut perlu diaplikasikan dalam segenap bentuk kehidupan yang diberikan pada kita.

wujud persembahan cinta yang paling layak dilakukan adalah pada saat SEMBAHYANG. disitulah wujud awal dan terbesar yang diminta Tuhan kepada umat manusia. tentunya melalui sembahyang yang benar dan hasil sembahyang yang juga benar.

ada hal dalam diri yang lebih kekal dan layak diutamakan dalam sembahyang, yaitu PERASAAN. hal ini perlu hadir semakin dan semakin penuh sebelum dan ketika sembahyang dilakukan. seharusnya, ketika keinginan sembahyang muncul semua hal yang lain didunia ini adalah kecil sekecil-kecilnya. masalah di kantor, perkelahian dengan suami, kesenangan ingin menikmati bonus kerja hingga keperluan menengok teman yang melahirkan seharusnya mengecil ketika Tuhan, sang maha mengatur semua kejadian dan rasa, akan dihadirkan lebih khusyu. betapa bahagianya kita, apapun masalah yang menimpa, jika bisa menghadirkan Tuhan secara dominan dalam rasa dan nafas menjelang sembahyang. orang sufi mengatakan "CUKUPLAH TUHAN MENJADI TEMAN HIDUPKU...". juga pada kalimat yang terkenal "AKU TAHU DENGAN SURGA DAN NERAKA MU, TAPI AKU LEBIH PEDULI PADA CINTA MU YA TUHAN". berhentilah sebentar, sebentar saja, untuk menghadirkan Tuhan sebelum sembahyang. agar benar cinta kita. agar benar sembahyang kita... dan tetaplah pada rasa cinta itu usai sembahyang.

setelah rasa merasuki kita maka siapkanlah PENAMPILAN yang cantik... bertahun dan bahkan puluhan tahun kita mempersiapkan diri dengan cantik dan pakaian yang cantik untuk menghadiri kondangan teman, hajatan pribadi, dan hari raya. berjuta-juta habis untuk tampil cantik dan tampan dihadapan pimpinan dan klien. namun kita tampil seadanya, bahkan dengan kaos oblong, untuk menghadap sang pencipta klien, teman, bos, dan diri kita sendiri. memang sebuah keironisan yang tak disadari. Tuhan hanya ingin kita tampil layak, tapi seharusnya kitalah yang tahu diri tentang siapa yang paling bos diantara bos. Rasa cinta dan hormat pada Tuhan dalam sembahyang layak untuk diwujudkan dalam dandanan terbaik yang kita miliki dan yang diinginkan NYA.

ada rasa, ada penampilan, dan ada ALOKASI WAKTU. semakin maju peradaban semakin padat dan sibuklah manusia. namun tak hentinya para ahli kepribadian, manajemen diri, hingga bisku yang santun mengingatkan kita untuk membuat perencanaan yang baik. saya lebih senang mengkampanyekan perencanaan waktu yang nyaman. pertama: fokus fokus dan fokus pada prioritas. kemudian (kedua) lakukan dengan alokasi waktu yang nyaman. dalam hal yang pertama saya dengan pasti menegaskan milikilah fokus untuk waktu sembahyang sebelum waktu panggilan sembahyang / adzan / lonceng... nabi jelas mengatakan dirikanlah sembahyang ketika mendengar panggilan sembahyang. saya (tanpa bermaksud lebih tinggi daripada nabi) menyarankan agar menyiapkan alokasi waktu sebelum panggilan datang, dan sebenarnya itu layak untuk dilakukan bagi yang memahami pentingnya manajemen waktu yang nyaman. dengan waktu yang longgar maka kita bisa menyiapkan rasa, menyiapkan pakaian, berjalan ke tempat ibadah, dan melakukan sembahyang sunnah ataupun silaturahmi dengan jemaat lainnya.

akhirnya, pastikan anda sembahyang di TEMPAT IBADAH. ada kekhusyukan, ada wadah sosialisasi, ada kekuatan pahala dan ilmu. ada kalanya imam sembahyang kurang baik pembawaannya. ada kalanya suasana jemaat juga terkesan sumpek. namun tetap lebih banyak untungnya berada di tempat ibadah, terutama dengan pahala. ada ibadah-ibadah sekunder yang bisa dilakukan dengan kekhusyukan sendiri. ada ketenangan dari televisi dan hiruk pikuk rumah dan tempat kerja. ada kepastian bahwa Tuhan hadir di rumah NYA.

semua demi cinta pada NYA, menomorsatukan DIA, dan pasti demi kita sendiri nantinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar