Rabu, 29 September 2010

dominansi TUHAN

ketika masalah itu tak mendapat solusi memuaskan dan segera, waktu memaksa kami untuk berpisah.
sesampainya dirumah masalah itu terngiang dan membangkitkan emosi yang mengganggu proses tidur ku.
kucoba pengalihan dengan televisi.
kucoba pengalihan dengan teh hangat.
kucoba pengalihan dengan membayangkan hal-hal lain yang lebih menyenangkan.

meskipun tak terbawa tidur / mimpi, masalah itu sempat mengganggu dan hanya bisa diatasi dengan kalimat "tak ada yang lebih penting daripada cintaku pada Sang Maha Pengatur Rasa.

esok paginya masalah itu muncul lagi, saat aku merapikan rumah, dan saat aku berolahraga. dan rasa itu agak reda saat kuingat lagi pada Tuhan yang jauh lebih penting dari segala urusan dunia.
...
...

Tuhan, aku harus mendulukanmu, memahami dan membawamu pada semua aktivitasku... semua dan benar-benar semua. bukan hanya untuk mengatasi masalahku, tapi memang karena inilah jalan yang benar, satu-satunya.

Tuhan, izinkan aku untuk memperbaiki diri, pelan-pelan. maafkan bila aku sadar akan kesalahanku karena kucoba untuk pelan-pelan memperbaiki. aku masih mementingkan kerapian pakaianku daripada sholat shubuh ku. aku masih mementingkan pekerjaanku daripada dzuhur dan ashar ku. aku masih lebih mementingkan karaoke bersama teman-teman daripada maghrib dan isya ku. aku bahkan lebih mementingkan nafsu duniawiku daripada larangan-laranganmu.

izinkan aku menyiapkan tempat MU yang dominan dalam hidup ku, pelan-pelan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar