aku selalu ingat kata-kata Sidharta Gautama: keinginan-keinginan dalam diri manusialah yang membuat hidupnya tidak bahagia...
dan perjalanan waktu mengajakku untuk lebih menyederhanakan keinginan. semua ternyata hanya tentang HATI / PERASAAN / KEINGINAN / HARAPAN atau apapun yang hadir tanpa wujud dihati.
kemudian aku melihat nasehat dari Qur'an yang suci. tentang hidup sederhana, mengutamakan dunia setelah kematian, banyak memberi amal jariyah, dan lainnya.
hidup adalah tentang perasaan. benar-benar tentang perasaan. manusia yang terbiasa puasa akan santai perasaannya tentang 'lapar'. orang yang tidak punya banyak keinginan tidak akan iri dengan para pengguna mobil atau pemilik rumah beton.
aku sederhana dengan rasaku, yang kuinginin hanya keindahan, tuhan, dan ketenangan.
aku sederhana dengan harta, yang kuingin hanya motor indah, kamera tele, laptop, dan rumah sederhana cantik teduh.
aku sederhana dengan pergaulan, yang kuingin hanya menjadi pendengar yang tidak bete dan berbicara yang ramah dan tetap idealis.
aku sederhana dengan hari tua, yang kuingin cuma kebebasan finansial yang sesuai kebutuhan sederhanaku serta naik haji sekeluarga.
aku sederhana dengan amalku, yang kuingin hanya menghijaukan dan memberi artikel dan obrolan media tentang gaya hidup.
aku hanya ingin sederhana, berarti, cukup...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar