Senin, 11 Oktober 2010

sedikit dan berarti

kemarin saya melihat seorang biksu jogging bersama umatnya. dan saya teringat sesuatu...

ia adalah sosok sederhana, dengan pakaian sederhana, hampir tanpa alas kaki, dan mungkin tak memiliki harta benda yang cukup.
namun hal itu sebenarnya sepadan dengan gaya hidupnya. ia tak memiliki keturunan tuk dijamin kehidupannya. ia sudah memiliki tempat tinggal dibiaranya dan hampir tak mungkin terganggu oleh penggusuran. ia pun diberi makan seadanya di biaranya dan sesuai pula dengan gaya hidupnya yang vegetarian dan tidak banyak makan.

mungkin, tak ada yang dikuatirkannya kecuali berdoa dan berbuat bagi umat. ia fokus, ia sedikit, ia berarti.

itulah kebahagiaan sejati...
ketika kebutuhan tak lebih besar daripada pendapatan.
ketika keinginan tak lebih besar dari fokus tujuan hidup.
ketika kepentingan pribadi tak lebih besar daripada 'hidup yang berarti'.

sering kita merasa miskin padahal kebaikan kita jauh lebih baik dari orang kaya.
sering kita merasa iri padahal kebaikan tuhan yang disyukuri jelas-jelas lebih baik dari segunung pujian manusa.

kita tidak perlu banyak.
jika punya banyak kita tak perlu berpikir banyak.
kita perlu sedikit... dan berarti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar