Kemarin aku dihadapkan pada pilihan yang sulit.
Sebagai ketua kelompok aku harus memimpin pertanggungjawaban atas pemeriksaan yang dilakukan oleh atasan kami. Anggota kelompokku juga menginginkan aku hadir, karena jika aku tidak hadir mereka mengancam akan tidak hadir juga mengingat ketakukan mereka atas hasil pemeriksaan itu.
Sebagai pribadi, aku tidak pernah takut dicaci maki atau dijelekkan atas hasil pemeriksaan itu. Aku tidak pernah khawatir tentang kekurangan-kekurangan yang terjadi. Aku juga tidak pernah khawatir jika dipecat atau dipindahkan (dipecat secara halus) atas nilai negatif yang mungkin ada.
Namun yang menjadi kekhawatiranku adalah aku tidak bisa menahan emosiku jika menyangkut hal yang kuanggap prinsip. Aku juga khawatir jika aku terpancing untuk membalas dendam atas ketersinggunganku atau kelompokku. Aku khawatir jika balas dendam itu terjadi akan menimbulkan stres bagi beberapa pihak.
Akhirnya aku memilih untuk tidak datang. Aku tidak khawatir dengan pandangan orang. Aku memohon anggotaku untuk hadir, dan aku menjelaskan alasannya.
Aku harus memilih yang terbaik bagiku; mengamankan target mengurangi emosiku … daripada mengedepankan egoisme pribadi dan kelompok atas nama keadilan atau apapun namanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar